SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan NetworkAspirasi KitaBerita Kita

 
Pendidikan Network Homepage
Aspirasi: "n harapan dan tujuan untuk keberhasilan pd masa yg akan datang"
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas, 2001, P 72)

Membaca Aspirasi Aspirasi Kita 2 (Index)
Ke Halaman 1, 2, 3, 4, 5
Menulis Aspirasi Anda



Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut
(Halaman 2)

Nama: sany noursaid
Dari: sumenep, madura
Saya: Kepala Sekolah smu negeri 1 suemenep
Aspirasi / Informasi: mohon informasi tentang segala sesuatu yang ada hubungannya dewan pengembangan pendidikan di kabupaten. terima kasih
E-mail Pengirim: sanynoursaid@yahoo.com
Tanggal: 11-2-2002


Nama: ujang supriyatna
Dari: bandung
Saya: Siswa smk n 12 bandung
Aspirasi / Informasi: Saya pesan, gaji para pejabat supaya dibagi dengan para karyawan kecil.....
E-mail Pengirim: endri_p@bolehmail.com
Tanggal: 12 febuari 2002


Nama: Fety Nurhidayati
Dari: Bandung/Jawa Barat
Saya: Siswi Universitas Pendidan Indonesia
Aspirasi / Informasi: Saya prihatin dengan keterpurukan Indnesia dalam masalah pendidikan baik biaya/anggaran pendidkan maupun kualitas pendidikannya sendiri. Yang lebih memprihatinkan, banyak super mall yang megah-megah yang dibangun di Jawa barat ini khusunya Bandung sedangan di perkampungan banyak sekolah-sekolah yang membutuhkan renovasi dan banyak pula generasi-generasi sekarang yang membutuhkan biaya pendidikan hal ini dapat diakibatkan kesenjangan ekonomi yang semakin tajam jurang pemisah si kaya dan si miskin semakin terlihat.Sebaiknya pembangunan pembangunan itu di hentikan saja, apakah tidak lebih baik merenovasi sekolah-sekolah selain dapat mensejahterakan mereka juga berupaya membangun bangsa ini ! dengan pendidikan yang berkualitas.Atau jika pembangunan mall-mall itu sudah terlanjur saya ingin menghimbau, liriklah rakyat-rakyat kecil di sekitar yang hidupnya tak tercukupi bahkan nyaris tak sekolah sebab biaya yang semakin surut, andai mereka )(pemilik mall dan para penyimpan saham) ikhlas mengulurkan tangan untuk mereka yang tertindas makmurlah hidup ini selain pendidikan terus meningkat juga mendapat pahala dari Yang Maha Kuasa.
E-mail Pengirim: nuramelida@Yahoo.com
Tanggal: 12 Februari 2002


Nama: Isnaeni Rodi
Dari: Blitar Jawa Timur
Saya: Guru SLTPN 3 Blitar
Aspirasi / Informasi: Saya sangat berharap agar prioritas pendidikan sebagai prioritas utama dalam menyusun kebijakan termasuk pembiayaannya.
E-mail Pengirim: rodi@sltp.zzn.com
Tanggal: 16/02/2002


Nama: Khaerul Anwar
Dari: Bandung/Jawa Barat
Saya: Mahasiswa Univesitas Pendidikan Indonesia
Aspirasi / Informasi: Jika kita melihat apa yang sedang dihadapi oleh bangsa kita sekarang ini, maka semua orang pasti akan mengatakan bahwa solusi pemecahan untuk masalah yang sangat kompleks ini adalah "perbaharui sistem pendidikan kita", hal ini menggambarkan betapa pendidikan memikul beban yang sangat berat untuk memperbaiki semuanya, tetapi sekarang yang jadi masalah adalah tidak selarasnya perlakuan masyarakat khususnya pemerintah kita terhadap pendidikan dengan apa yang harus diemban oleh pendidikan dalam memperbaiki keadaan sekarang ini. Kita mungkin masih ingat betapa pemerintah sangat meng"anak tirikan" pendidikan dengan bukti konkret minimnya nominal APBN untuk sektor pendidikan, sangat ironis sekali khan...?, sesuatu yang dijadikan tumpuan utama dalam pembaharuan keadaan bangsa ini kok seakan-akan diperlakukan dengan sewenang-wenang, dengan kata lain semua perlakuan pemerintah terhadap pendidikan sampai saat ini adalah perlakuan dan perhatian "sisa", ingatlah bahwa setiap perbuatan atau usaha yang didasari oleh hal-hal yang "sisa", maka hasilnyapun tidak akan optimal atau dengan kata lain hasilnyapun "sisa". Tetapi kita tidak perlu pesimis melihat keadaan ini, menyesali keadaan tidak pernah menyelesaikan permasalahan, yang paling penting mulai sekarang kita perbaiki dari diri kita dahulu, karena hal itulah yang mempunyai kekuatan untuk membentuk dan mewujudkan keadaan yang kita idam-idamkan selama ini.
E-mail Pengirim: my_away@engineer.com
Tanggal: 24 Februari 2002


Nama: Farrah
Dari: Bogor
Saya: Mahasiswa IPB
Aspirasi / Informasi: Kualitas SDM dan pendidikan merupakan 2 sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Pada akhir tahun 2001 Saya mengadakan penelitian di 5 SMK-TI Bogor, di mana tingkat tawuran siswanya tergolong tinggi. Yang paling memprihatinkan adalah bahwa di sekolah-sekolah itu pendidikan merupakan sebuah industri, sehingga sekolah tidak lagi memperhatikan mutu dan hanya mengejar keuntungan semata. Implikasinya, mutu pendidikan yang dihasilkan sangat rendah dengan keluaran siswa-siswa yang apatis, putus asa dan merasa tidak memiliki masa depan. Permasalahan utama yang muncul adalah rendahnya kualitas SDM dari segi MORAL... Dari hasil penelitian saya tercatat 44% dari 903 siswa pernah menggunakan senjata berbahaya, mulai dari gir besi sampai cel! urit!!! Solusinya, tidak dapat hanya diserahkan pada institusi sekolah. Karenanya, saya dan teman-teman mahasiswa IPB akan mulai bergerak untuk mulai memberikan intervensi dari segi moral. Anda ingin memberi kontribusi? Bergabunglah bersama kami.
E-mail Pengirim: farrah@eramuslim.com
Tanggal: 22 Maret 2002


Nama: Sudi
Dari: Jember / Jawa Timur
Saya: Guru Jember
Aspirasi / Informasi: Disamping jam wajib mengajar, guru-guru hendaknya diberi beban mengajar wajib ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut dilakukan sore hari, sehingga guru dan siswa berada di sekolah mulai pukul 7.00 sampai 16.00 atau 17.00. Kegiatan ekstrakurikuler tersebut misalnya: Keagamaan, IPTEK, Keterampilan/Wirausaha, Olahraga, dan Kesenian, yang masing-masing jenis disesuaikan dengan potensi sekolah. Siswa wajib mengikuti 5 jenis kegiatan ekstrakurikuler selama 1 minggu.

Kegiatan ini untuk menghindari guru mencari kerja sambilan disamping mengajar. Masih banyak guru yang menjadi tukang ojek disamping mengajar, masih banyak guru yang menjadi makelar penjualan sepeda motor setelah mengajar, dan sebagainya. Sedangkan siswa sepulang sekolah mencari kegiatan-kegiatan luar sekolah yang belum tentu berguna bagi masa depannya.

Dari kegiatan mengajar ekstrakurikuler inilah diperhitungkan sebagai jam tambahan guru untuk mendapatkan TUNJANGAN EKSTRAKURIKULER. Dengan demikian jam kerja guru bertambah di sekolah, penghasilanpun bertambah. Bagi siswa, akan mendapatkan pendidikan plus, dan kenakalan remaja bisa dicegah, pendidikan di Indonesia akan maju. Akhirnya bangsa Indonesia akan maju. Bangsa yang tinggi tingkat pendidikan masyarakatnya akan menjadi subjek dalam era globalisasi ! bahkan akan menguasai dunia !
E-mail Pengirim: isdaf@yahoo.com
Tanggal: 17 April 2002


Nama: ferry purwanto
Dari: klaten,jawa tengah
Saya: Siswa SMU N 1 KARANGANOM
Aspirasi / Informasi: Saya sebagai siswa dari karanganom sangat prihatin dengan sekolah kami karena di sekolah kami tidak ada fasilitas internet mungkin mengingat sekolah kami berada di desa. Sebenarnya kami ingin sekali menikmati fasilitas internet yang diberikan.komputer juga bisa dibilang kurang lengkap. Baru tahun ini sekolah kami dapat memenuhi perlengkapan tersebut. Tidak banyak yang kami harapkan karena kami hanyalah siswa. Kami hanya dapat menyampaikan informasi tersebut. Saya adalah siswa SMU jurusan bahasa. Thanks for your attention to read my article. And i hope this article can be read by my president and minister of education. Agar menindak lanjutinya LET`S MAKE OUR COUNTRY PEACE. Dan kami optimis bahwa INDONESIA tercinta ini dapat maju melalui pendidikan. AMIN
E-mail Pengirim: pah_poh@plasa.com
Tanggal: 27 APRIL 2002


Nama: ardiyanto radjab
Dari: makassar/sul-sel
Saya: Mahasiswa universitas 45 makassar
Aspirasi / Informasi: Menuntut ilmu merupakan salah bentuk bentuk mengisi dan mempertahankan kemerdekan indonesia, tetapi ironisnya pada bidang ini terkadang dinafikkan oleh pemerintah contohnya pengalokasian APBN indonesia hanya sekitar 13% dari APBN indonesia. apakah dengan dana yang sekian akan memenuhi kebutuhan pendidikan hari ini karena kami yang sementara menempuh dunia pendiddikan sekarang ibarat sebuah barang produksi yang siap dipasarkan tetapi ketika dipasarkan lantas tidak memenuhi kebutuhan pasar maka itupun akan kembali kepada pemerintah itu sendiri, harapan saya mudah-mudahan pemerintah bisa mempertimbangkan pengalokasian tersebut akar kami selaku generasi mudah nantinya mampu bersaing orang-orang dari luar.
E-mail Pengirim: ardi.fekon@mahasiswa.com
Tanggal: 6 mei 2002


Nama: Novitasari
Dari: Jakarta
Saya: Mahasiswa
Aspirasi / Informasi: Sistem pendidikan Indonesia memang perlu dibenahi. Selama ini kita selalu menitikberatkan pada sistem hapalan dimana setiap siswa diharapkan dapat menghapal berbagai hal di luar kepala. Padahal akan lebih baik bila para siswa lebih memahami konsep sehingga apa yang telah dipelajarinya dapat terus dimengerti sampai kapan pun. Selain itu, kita perlu mengembangkan kemampuan mengeluarkan pendapat dan berbicara di depan publik. Hal ini dapat dilakukan dengan diadakannya presentasi di kelas. Misalnya para siswa diminta untuk membuat suatu karangan (paper), lalu hasil dari paper tersebut dipresentasikan di depan kelas.
Presentasi tersebut memuat apa yang telah dilakukan dan apa yang telah dipelajari dari pembuatan paper tersebut. Presentasi tersebut didahului dengan "Introduction" yang meliputi latar belakang dan alasan mengapa siswa memilih topik tertentu untuk paper-nya. Selanjutnya, "Body of Presentation" yang membahas masalah atau topik tersebut. Terakhir, "Conclusion" yang memuat kesimpulan, aplikasi, dan suatu pernyataan yang dapat mengingatkan pendengar tentang apa yang telah disampaikan oleh pembicara (memorable statement). Presentasi dapat melatih siswa untuk cakap berbicara di depan umum dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu untuk melatih keberanian siswa dalam mengeluarkan pendapat dan melatih siswa untuk menghargai pendapat orang lain. Latihan presentasi semenjak dini akan menjadi hal yang bermanfaat bagi siswa tersebut di kemudian hari baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam dunia kerja yang akan semakin kompetitif.
E-mail Pengirim: novita_9040@yahoo.com
Tanggal: 14 Mei 2002


Nama: Cilcul
Dari: Jakarta
Saya: Staf Teknologi Jakarta
Aspirasi / Informasi: Saya bingung dengan kurikulum pendidikan di negara kita sekarang, apakah pada saat era perdagangan bebas nanti para sdm masyarakat indonesia min 50 % sudah siap menghadapi & siap bersaing dengan kualifikasi yang ada seperti saat ini?
saya melihat sistem pendidikan kita tidak proporsional sesuai dengan namanya tapi prateknya tidak 'ready to use' sehingga begitu banyak sekali para lulusan baik SLTA maupun dari PTN/PTS negara kita yang berstatus pengangguran, karena ijasah mereka tidak menjamin bahwa mereka setelah lulus kuliah akan langsung bekerja padahal mereka telah menghamburkan sangat banyak uang untuk biaya gedung kuliah, spp, dsb. sedangkan perusahaan2 membutuhkan sdm yang betul2 berkualitas dengan bukti bukan hanya dengan ijasah yang berasal dari kampus beken. bahkan para penyedia training2 raksasa yang menguasai TI dunia (seperti Microsoft Indonesia, Oracle Indonesia, Cisco Indonesia, dsb.) yang terdapat di negara kita terlalu memanfaatkan hanya untuk bisnis semata dengan biaya training yang hanya perusahaan besar yang mampu membiayainya. Mereka tidak membantu program 'Mencerdaskan kehidupan bangsa' seperti dalam UUD45.

Yang paling menyedihkan dinegara kita terdapat adalah adanya tingkatan2/level2/kasta2/kelas2 tersendiri sehingga terdapat diskriminasi sosial, perbedaan perlakuan dan fasilitas serta kemudahan bagi para lulusan yang berasal dari kampus negeri/swasta, bonafit atau tidak, dsb. Sumber2 informasi yang memberikan informasi/tutorial/pelatihan/pelajaran bagi masyarakat indonesia secara cuma2/non-profit sangat minim, padahal dulu TPI sudah mengadakan program pendidikan sekolah yang sangat membantu, kita dapat menyebarkan informasi artikel2 pelajaran sekolah melalui pendidikan jarak jauh, e-learning, milis berbahasa indonesia gratis dengan melibatkan para pakarnya, alamat internet yg menyediakan artikel2 gratis, dsb.

walau negara kita miskin sebaiknya bagi yang memiliki gaji diatas 50 jt dikenakan pajak untuk biaya pendidikan 10%/orang/tahun, untuk gaji >100 jt bisa pajak pendidikan lebih besar lagi dan bagi para masyarakat (tua/muda, kaya/miskin) hendaknya gigih dan tekun memanfaatkan fasilitas pendidikan agar tidak mubajir percuma. serta sistem kasta2 di sekolah2 maupun dikampus2 agar dihapus semua fasilitas dibuat sama sehingga standar pendidikan menyebar diseluruh indonesia, dan untuk para sdm2 bumn/swasta agar tidak membedakan para alumni kampus2 favorit seperti itb, ui, dsb atau kampus2 orang kaya, dsb yang betul2 dilihat adalah apakah lulusan tsb qualified dan sesuai dengan jurusan ke pekerjaan yang akan dihandle atau tidak.
Sekian, semoga bermanfaat dan diteruskan ke presiden serta dpr/mpr.
E-mail Pengirim: cilcul@witty.com
Tanggal: 17 May 2002


Nama: valentina
Dari: yogyakarta
Saya: Mahasiswi MIPA Pend Bio UNY
Aspirasi / Informasi: HIDUP PENDIDIKAN!
sekolah adalah pelajaran hidup. bukan sekedar pemenuhan kognitif semata. sekolah adalah alat untuk mempersiapkan hidup sekarang maupun akan datang, belajar untuk menjadi dewasa dalam bersikap dan berfikir.
sekolah bukanlah subject matter but only equipment maksudnya sekolah bukanlah tujuan tapi hanya alat jadi jangan menuhankan sekolah apalagi menuhankan evaluasi, artinya kita sekolah jangan untuk mengejar nilai hasil evaluasi.
KITA CUKUP MENUHANKAN TUHAN.
berapapun hasil evaluasi yang kita dapat yang paling penting adalah proses untuk mendapatkan pengalaman itu. yaa kan!
E-mail Pengirim: limiyya@yahoo.com
Tanggal: 20 mei 2002


Nama: ARWAN
Dari: SOLO
Saya: Siswa SMU SUKOHARJO
Aspirasi / Informasi: SAYA CUMA MAU KASIH PENDAPAT BAGAIMANAPUN YANG KITA UNGKAPKAN KALAU NGGAK DITERUSKAN KE ORANG2 ATAS PERCUMA POKOKNYA YANG UTAMA PETINGGI KITA ITU TAHU PIKIRAN KITA DAN MEREKA SUNGGUH2 MAU MENGUPAYAKAN PERMINTAAN KITA!!!
E-mail Pengirim: onmyline@plasa.com
Tanggal: 24 MEI 2002


Nama: eko hassep
Dari: Jakarta
Saya: Masyarakat Jakarta
Aspirasi / Informasi: Kebijakan otonomi pendidikan yang dilaksanakan seiring dengan otonomi daerah merupakan suatu langkah yang diharapkan dapat memperbaiki pendidikan di Indonesia. Reformasi di bidang pendidikan selain didukung perubahan kurikulum yang memberikan live skill pada anak didik tetapi juga harus diperhatikan bahwa tercapainya kurikulum tersebut sangat tergantung kemampuan tenaga pendidik yang bersifat aktif dan kreatif dalam mengembangkan program pendidikan di sekolah.

Agar tenaga pendidik dapat lebih produktif maka kesejahteraan mereka harus diperhatikan, dan untuk itu tidak perlu menjadi tanggung jawab pemerintah baik di pusat maupun daerah tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama masyarakat yang peduli akan kemajuan pendidikan.

Dengan adanya kerjasama yang baik antara sekolah dan masyarakat peduli pendidikan yang ada di sekitar sekolah maka pembinaan pendidikan untuk mencetak generasi muda yang mampu bersaing dalam lapangan kerja di era globalisasi akan dapat terwujud.
E-mail Pengirim: ekohassep@yahoo.com, ekohassep@i2.co.id, ekohassep@hotmail.com
Tanggal: 24 Mei 2002


Nama: Prof.Drs Hartono Kasmadi,MSc
Dari: Semarang, Jawa Tengah
Saya: Dosen FIS UNNES,Semarang
Aspirasi / Informasi: Salam Saya megharap tiga hal reformasi pendidikan di tanah air kita tercinta.

    1)Segera amandemen Undan-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional;
    2)pelaksanaan wajib belajar 9 tahun harus terlaksana dengan benar dan sungguh-sungguh. Tidak ada keharus tes masuk untuk SLTP. setiap lulusan SD berhak ke SLTP, dengan sistem otonomi dan raynisasi, pemerintah membiaya seluruh aktivitas pendidikan ni. Pertegas jalur SMU (akademis), SMK (keahlihan menengah), sehingg kebutuhan untuk alur PT dan tenaga kerja menengah menjadi jelas.
    3) mengendalian kurikulum, tidak sekedar tambal sulam, serta aspirasi menyusunan. Masyarakat dan sekolah menjadi binggung.
Terjadi jalur yang sejalan antar pengembangan kurikulum- buku referensi belajar-mengajar-pengajar yang kompeten-anak didik yang proaktif.Pengembangan Sumberdaya pendidik/guru mungkin sudah tidak lagi dengan penataran-penataran yang sepintas lalu gagah, akan tetapi tidak banyak manfaatnya. Karena selalu saja ada kesenjangan yang signifikan antara hasil penataran, dengan perkembangan iptek dan fasilitas .
Lebih baik berikan semua kewajiban dan kewenangan pada lembaga kependidikan sehingga dalam mendidik para calon guru akan lebih akurat dan efektif. Disamping itu di lapangan perlu ditinjau kembali jam wajib mengajar guru. Yang paling efisien jika guru hanya berkejiban maksimal 12 jam/minggu, sehingga ada waktu belajar, membaca, dan sebagainya.
Mungkin akan lebih efisien dalam pengembangan Sumber Daya guru :
    1. Hanya ada 3 Pusat pendidikan Guru untuk semua jenjang;
    2. Mungkin perlu di kembalikan pada sistem lama bahwa untuk pendidikan guru di mulai dari SPG sampai dengan Pendidikan tinggi;
Konsep secara parsial dan lengkah insyaalah akan saya tulis pada artikel yang khusus. Salam buat semua Guru. Nasib anda dan harga diri anda hanya anda yang menetapkan.
E-mail Pengirim: profeunes@link.net.id
Tanggal: 01/06/2002


Nama: ASMUNI SYUKIR
Dari: JOMBANG JAWA TIMUR
Saya: Mahasiswa PSDM PPs UNAIR
Aspirasi / Informasi: Gaji guru/dosen swasta masih memprihatinkan. Seorang dosen tetap yayasan di daerah gajinya di bawah 500 ribu/bulan (=UMR buruh pabrik), sehingga mereka harus cari tambahan kemana-mana.
Mungkinkah SDM Indonesia berkualitas, jika nasib guru/dosen masih sama dengan nasib buruh pabrik? Tolong Pak dipikirkan nasib mereka, agar mereka bisa full berjuang memperbaiki mutu SDM kita.
E-mail Pengirim: aspsdm01@yahoo.com
Tanggal: 10-06-200


Nama: Yusuf Caesar
Dari: Purwokerto
Saya: Mahasiswa Purwokerto
Aspirasi / Informasi: Saya harap pemerintah bisa menaikkan anggaran pendidikan. Jangan hanya anggaran rekapitulasasi [erbankan yang disubsidi terus. Jangan berdalih yang aneh2 deh. Bagi saya kalau Rakyat Indonesia cerdas-cerdas maka krisis ini dapat diatasi dengan mudah. Krisis ini terjadi karena pemimpin kita adalah kumpulan orang tolol yang bergelar sarjana.
Maka jangan biarkan generasi masa depan mengikuti jejak bapak2 mereka yang tolol..........
NAIKKAN ANGGARAN PENDIDIKAN !!
E-mail Pengirim: caesarnet@mail.com
Tanggal: 15 Juni 2002


Nama: ALDY
Dari: SEMARANG-JAWA TENGAH
Saya: Mahasiswa UNDIP
Aspirasi / Informasi: gURU HARUS DI GAJI YANG TINGGI SUPAYA MOTIVASI ORANG UNTUK MENJADI GURU MENINGKAT. sELAMA INI ORANG YANG INGIN MENJADI GURU HANYA ANAK-ANAK SECOND UNIVERSITY.....BUKAN ORANG YG HEBAT..MEREKA DI SMU JARANG YANG JADI TERPANDAI...YG TERPANDAI LEBIH MEMILIH UNIVERSITY YG BESAR-BESAR (UI, ITB, IPB UGM) HINGGGA AKHIRNYA PENDIDIKAN AKAN TERUS TERBENAMM......DAN AKHIRNYA MATI....JANGAN BIKIN PROYEK YG MACAM-MACAM PAK...TINGKATKAN SAJA KESEJAHTERAAN GURU...SOALNYA PELAYANAN YANG BAIK AKAN TERJADI KALAU INTERNAL MENINGKAT.
E-mail Pengirim: ALDY@BOLEHMAIL.COM
Tanggal: 25 JUNI 2002


Saya: Konsultan GORONTALO
Aspirasi / Informasi: MOHON PENGELOLAAN PROYEK PENDIDIKAN DI PROPINSI GORONTALO DI PERHATIKAN, BANYAK TERJADI INTERVENSI DPRD DAN ORANG DEKAT KEPALA DINAS, KEPPRESS 18 TAHUN 2000 TIDAK DIBERLAKUKAN
YAYASAN BARUGA PERSADA MANDIRI
TELP. 0435-824734 HP. 08124427350
Tanggal: 1 JULI 2002


Nama: Ign.Sumarya SJ
Dari: jakarta
Saya: Pengamat jakarta
Aspirasi / Informasi:
1. Saya baca di internet Depdiknas, bahwa pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi akan dilaksaknakan pada tahun ajaran 2004. Kami mengusulkan untuk mempersiapkan pelaksanaan kurikulum tersebut para guru harus diutamakan untuk dibina dan ditingkatkan dalam hal pemahaman maupun keterampilan sebagai guru. Untuk itu membutuhkan dana dan tenaga yang memadai. Selain itu peran orangtua, sebagai pendidik utama dan pertama, perlu memperoleh perhatian yang memadai juga. Hendaknya para orangtua sungguh dilibatkan, termasuk informasi sedini mungkin tentang rencana tersebut. Bukankah pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi erat kaitannya dengan Peningkatan Mutu Manajemen Berbasis Sekolah? Sejauh mana hal ini juga sudah "dimasyarakatkan" dan dihayati?

2. Dalam rangka reformasi pendidikan, hemat kami pendidikan budi pekerti perlu memperoleh tempat dan perhatian yang memadai. Budi pekerti pertama-tama untuk dihayati/dilakukan, bukan diajarkan. maka budi pekerti diintegrasikan dalam seluruh proses pembelajaran atau kegiatan di sekolah, dan tentu saja juga di masyarakat/keluarga. Untuk itu butuh keteladanan dari yang "senior/pemimpin/ortu dst..". Ingat pendidikan budi pekerti atau moralitas erat kaitannya dengan mata dan telinga. Apa yang dilihat dan didengar begitu berpengaruh di dalam (anak) manusia.
E-mail Pengirim: marya@kawali.org
Tanggal: 2 Juli 2002


Nama: suhardin
Dari: palembang/sumatra selatan
Saya: Mahasiswa universitas sriwijaya
Aspirasi / Informasi: salam bagi pendidikan indonesia yang kalut. saya mempunyai keinginan besar bersama teman seaspirasi dalam melihat kondisi pendidikan indonesia yang sungguh memperihatinkan. kita seharusnya peduli dengan lingkungan kita kita lihat banyak sekali gap yang terjadi dalam pendidikan kita salah satu contoh dibuatnya smu unggulan baik negeri maupun swasta disatu sisi membawa kebaikan akan tetapi disisi lain membawa kesenjangan antara sekolah unggulan dengan yang bukan unggulan. bila ada informasi mengenai masalah pendidikan tolong kirim ke kl_12c@yahoo.com
E-mail Pengirim: kl12_c@yahoo.com
Tanggal: 4 juli 2002


[ Ke Halaman 3 - Klik Di Sini ]






Membaca Aspirasi HOME Menulis Aspirasi Anda

Print Halaman Ini